India Melirik ke Eropa
11 April 2013Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle hanya melontarkan kata-kata pujian untuk mitra bicara Indianya. Setelah pertemuan dengan Menlu Salman Kurshid di Berlin, politisi partai liberal demokrat (FDP) itu menekankan, "Kami memandang India juga beranjak dari kebersamaan nilai kami sebagai demokrat sebagai sahabat amat erat Jerman." Kedua politisi itu sebelumnya menyerukan untuk segera diwujudkannya perjanjian perdagangan bebas antara Uni Eropa dan India.
"Dalam fase saat ini diperlukan terutama keingingan politis," ditekankan Menlu India Kurshid. Westerwelle juga menyampaikan, bahwa perjanjian semacam itu merupakan langkah yang penting untuk pertumbuhan dan kesejahteraan lebih besar bagi kedua pihak. Perundingan terkait antara Uni Eropa dan India sudah berlangsung sejak 2007. Hal yang masih diperdebatkan, menurut keterangan diplomat Uni Eropa antara lain penolakan pemerintah di New Delhi untuk mengurangi bea tinggi untuk mobil-mobil impor.
India dengan penduduk lebih dari 1,2 miliar jiwa, merupakan salah satu pasar terpenting di Asia. Dengan total 1,8 miliar jiwa, jumlah keseluruhan penduduk India dan Uni Eropa meliputi 25 persen jumlah penduduk dunia. Di Eropa, Jerman adalah mitra dagang paling penting bagi India.
Bahasa Jerman sebagai Bahasa Asing Pertama
Hubungan antara Berlin dan India yang merupakan negara demokratis terbesar dunia, dua tahun lalu dengan konsultasi pemerintahan yang teratur ditingkatkan menjadi "kemitraan strategis." Hal ini di pemerintahan Jerman sekarang dinilai sebagai sesuatu yang membanggakan dan sudah membuahkan hasil pertama. Misalnya di India saat ini sekitar 1000 sekolah disusun kurikulum dengan Bahasa Jerman sebagai bahasa asing utama. Selain itu Menlu Kurshid menekankan adanya minat besar akan sistem pendidikan jerman. "Pada kenyataannya kami punya 500 juta orang di bawah usia 25 tahun yang perlu pekerjaan." Kamis (11/4) ditandatangani program bantuan bilateral guna mempererat kerjasama perguruan tinggi antara Jerman dengan India.
Meskipun tampak harmonis, India cenderung dikenal sebagai mitra yang sulit. "Semua berkembang amat lambat," demikian disampaikan pemerintah Jerman dari waktu ke waktu. Selalu saja terjadi hambatan pada struktur masyarakat, yang menghalangi dilakukannya reformasi sebenarnya.
Meskipun demikian, Kanselir Jerman Angela Merkel mengupayakan pembicaraan lebih erat dan kesabaran lebih besar. Selain itu ia membina hubungan amat baik dengan PM Manmohan Singh, sejak pertemuan pertama mereka tahun 2006.
Dalam persiapan untuk konsultasi pemerintahan resmi di Berlin Kamis (12/04), yang dihadiri delegasi kementerian kedua negara, Kanselir Merkel melakukan jamuan makan malam bagi PM India Singh Rabu (10/04).